Paulo Dybala sudah siap meninggalkan Juventus pada alhir musim ini. Dan menurut sejumlah laporan, pemain berdarah Argentina itu ingin bergabung dengan Inter Milan.

Seandainya terwujud, Dybala bisa membuat hari pendukung setia Bianconeri terluka. Sebab bagaimanapun juga, Dybala pernah mendapatkan tempat khusus di hati mereka. Pindah ke rival bebuyutan akan meninggalkan rasa getir di lidah fans.

Rumor belakangan ini lebih sering mengaitkan Dybala dengan Inter Milan. Terbaru, diketahui bahwa Dybala telah menolak tawaran bernilai tinggi dari beberapa klub demi menunggu proposal dari Nerazzurri.

Jawaban soal masa depan Dybala bakal di ketahui begitu kompetisi berakhir dan memasuki periode bursa transfer musim panas. Kalau sampai kepindahannya ke Inter Milan terwujud, apakah Dybala bakal dicap sebagai pengkhianat ?

Bukan Pengkhianat

Legenda Juventus, Marco Tardelli, tidak sepakat kalau ada yang menyebut Dybala sebagai pengkhianat. Pindah ke Inter Milan adalah hal lumrah, apalagi kalau dilakukan pemain asing.

Beda halnya dengan pemain lokal Italia. Tardelli merasa kalau urusannya soal pemain lokal, loyalitas bakal jadi topik utama.

“Tidak ada pengkhianatan dalam sepak bola zaman sekarang, hari ini anda pindah ke tim yang menawarkan uang lebih banyak. Buat orang Italia, mungkin konsep loyalitas klub bakal valid,” katanya kepada La Gazzetta dello Sport.

“Untuk pemain asing tidak, dia pindak ke mereka yang menawarkan kesempatan terbaik atau siapapun pemimpin yang mengirim dia. Entah itu klub, agen, atau siapapun. Saya harap dia gabung dengan tim terbaik untuk masa depannya,.”

Dortmund Opsi yang Lebih Baik ?

Selain Inter, Dybala juga di ketahui menarik perhatian klub asal Jerman, Borussia Dortmund. Mereka mencari sosok baru di lini depannya untuk menggantikan Erilgn Haaland yang di kabarkan pasti pindah ke Manchester City.

Dortmund bisa menjadi solusi bagus buat Dybala. Klub satu ini memiliki skema pengembangan pemain yang bagus. Meski tak lagi muda, Dybala bisa bangkit bersama Die Borussen seperti yang terjadi kepada Pierre-Emerick Aubameyang.

Aubameyang juga pernah terbuang dari kompetisi Italia. Ia pernah memperkuat AC Milan. Sedihnya, ia didepak bahkan sebelum mencatatkan debut dengan seragam merah-hitam khas Rossoneri.

Begitu pindah ke Dortmund, Aubameyang menjelma jadi striker berbahaya di dunia. Ia menghasilkan total 141 gol dari 213 penampilan sebelum panggilan dari klub raksasa Inggris, Arsenal, datagn pada tahun 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *