Andriy Shevchenko ikut menyuarakan pendapat tentang situsai sulit yang kini terjadi di negaranya, Ukraina. Legenda hidup sepak bola Ukraina itu menyebut negaranya mendambakan sebuah kebebasan dan harus bersatu untuk kondisi sulit ini.

Hubungan Rusia dan Ukraina memang cukup pelik. Presiden Rusia, Vladmir Putih bahkan dilaporkan telah menyatakan deklarasi perang terhadap Rusia. Putin menyebut kepentingan Rusia tidak bisa di rundingkan lagi.

Bahkan, beberapa sumber menyebut Rusia telah meluncurkan serangan militer ke wilayah Ukraina. Perang terbuka sangat mungkin terjadi menyusul aksi Rusia. DI sisi lain, beberapa negara juga diprediksi akan ambil bagian pada konflik ini.

Bangga dengan Negara Saya !

Shevchenko adalah sosok penting bagi Ukraina. Bukan hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi juga pelatih. Di bawah kendali Shevchenko, Ukraina punya prestasi yang cukup bagus di Euro 2020 lau.

Selain dunia olahraga, Shevchenko juga pernah merambah dunia politik di Rusia. Tapi, karier politik Shevchenko tidak cukup lama. Kini, Shevchenko pun menyuarakan pendapatnya soal perang Rusia-Ukraina.

“Ukraina adalah tanah air saya! saya selalu bangga dengan rakyat dan negara saya,” tulis Shevchenko di akun Twitter miliknya.

“Kami tela melalui banyak masa sulit, dan selama 30 tahun terakhir kami telah terbentuk sebagai sebuah bangsa! Bangsa yang tulus, pekerja keras, dan warga negara yang mencintai kebebasan. Ini adalah aset terpenting kami! Hari ini adalah waktu yang sulit bagi kita semua. Tapi kita harus bersatu! Dalam persatuan, kita akan menang! Kemuliaan untuk Ukraina!,” tegas Shevchenko.

Komentar Zinchenko

Bukan hanya Shevchenko yang memberi komentar. Pemain Manchester City, Oleksandr Zinchenko, juga memberikan suaranya tentang kondisi yang menimpa negaranya. Zinchenko mendukung penuh pemerintah Ukraina untuk mempertahankan negara.

“Seluruh dunia mengkhawatirkan situsai di negara saya. Saya tidak bisa menjauh dan mencoba menyaimpaikan pendapat saya,” buka Zinchenko.

“Dalam foto negara saya. Negara tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Sebuah negara yang warnanya saya bela di kanca olahraga internasional.”

“Negara yang kta muliakan dan kembangkan. Sebuah negara yang perbatasannya tidak dapat diganggu gugat. Negara saya adlah milik Ukraina dan tidak akan ada yang bisa mengambilnya. Kami tidak akan menyerah! Kemuliaan untuk Ukraina,’ kata Zinchenko.

Berdampak ke Final Liga Champions

Panasnya hubungan Rusia-Ukraina juga bisa berdampak pada final Liga Champions 2021/2022. Sebab, final Liga Champions bakal di mainkan di Gazprom Arena, St Petersburg, Rusia.

Awalnya, Gazprom Arena akan menjadi tuan rumah bagi final Liga Champions 2021. Tapi, pandemu Covid-19 membuat status Gazprom Arena sebagai tuan rumah diundur satu tahun menjadi edisi musim 2021/2022 ini.

“UEFA secara konstan dan cermat memantau situsai dan keputusan apa pun akan di buat pada waktunya jika perlu. UEFA tidak memiiki komentar lebih lanjut unutk dibuat saat ini,” ucap Presiden UEFA, Alexander Ceferin dikutip dari The Guardian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *